Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan Tahap Ketiga
Kegiatan pemeliharaan tahap ketiga di Hutan Desa Long Ayap telah terlaksana pada tanggal 3 November 2025 – 9 November 2025 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemulihan lingkungan berbasis kolaborasi dengan masyarakat. Lokasi kegiatan berada di seberang kampung, dan hanya dapat diakses menggunakan perahu kecil (ketinting).

Pelaksanaan pemeliharaan tahap ketiga ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu penyiangan dan pemupukan, serta pendataan perkembangan pohon. Pupuk yang digunakan merupakan kombinasi antara Pupuk NPK 16-16-16 dan Antazam untuk memenuhi kebutuhan unsur hara sekaligus menjaga keseimbangan pH tanah. Selama periode pelaksanaan pemeliharaan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 13 orang masyarakat untuk pembersihan dan pemupukan, sementara kegiatan pendataan dilakukan oleh dua orang masyarakat.


Di sisi lain, kondisi alam di lokasi kegiatan memberikan sejumlah tantangan, seperti intensitas hujan, angin kencang, dan keberadaan pohon tumbang di sekitar lokasi, situasi ini menyebabkan sebagian tanaman mengalami kerusakan. Sebagai langkah mitigasi, pada pemeliharaan ini tim memasang ajir pada tanaman berukuran kecil guna memudahkan identifikasi dan mencegah terjadinya penebasan tidak sengaja pada kegiatan pemeliharaan berikutnya.
Hasil dan Perkembangan yang Dicapai
Hasil pelaksanaan pemeliharaan tahap ketiga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan dengan pendataan sebelumnya. Jumlah pohon yang berhasil terdata meningkat dari 747 menjadi 1.007 pohon, atau bertambah 260 pohon. Peningkatan terbesar berasal dari jenis gaharu dengan tambahan 220 pohon, diikuti durian dan elai sebanyak 16 pohon, mata kucing sebanyak 8 pohon, duku sebanyak 5 pohon, serta satu pohon lengkeng yang baru teridentifikasi. Kenaikan jumlah ini terutama disebabkan oleh ditemukannya tanaman kecil yang sebelumnya tidak tercatat dan tanaman yang sempat tertutup vegetasi atau batang tumbang.


Dari aspek pertumbuhan, beberapa jenis tanaman menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik. Durian mengalami kenaikan rata-rata tinggi dari 152,4 cm menjadi 167,6 cm, dan diameter batang dari 3,4 cm menjadi 3,8 cm. Pada duku, peningkatan tinggi tercatat dari 278,1 cm menjadi 308,2 cm, dengan pertambahan diameter dari 5,4 cm menjadi 5,6 cm. Gaharu juga mengalami kenaikan tinggi dari 128,6 cm menjadi 131,3 cm, meski diameter batang sedikit menurun dari 2,5 cm menjadi 2,4 cm. Sementara itu, mata kucing menunjukkan pertumbuhan tinggi dari 107,8 cm menjadi 111,7 cm, dengan penurunan diameter dari 2,8 cm menjadi 2,5 cm. Perbedaan pada rata-rata diameter sebagian dipengaruhi oleh perubahan titik pengukuran pada tanaman yang telah melebihi tinggi 130 cm.
Secara umum, kegiatan pemeliharaan tahap ketiga memberikan dampak positif terhadap kelangsungan pertumbuhan tanaman di area tersebut. Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi pemeliharaan selanjutnya, termasuk penguatan mekanisme mitigasi kerusakan serta peningkatan akurasi pendataan di lapangan. Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi yang konsisten, kegiatan pemulihan lingkungan di Hutan Desa Long Ayap diharapkan terus menunjukkan perkembangan yang lebih baik pada tahap berikutnya.

Leave a Reply