Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, PT MIP rutin melaksanakan kegiatan pemantauan, penanaman, serta pengelolaan pembibitan di berbagai area konservasi. Seluruh aktivitas ini bertujuan memastikan bahwa regenerasi hutan dan ketersediaan pakan satwa tetap terjaga dari waktu ke waktu.
- Survei Lapangan
Kegiatan survei dilakukan di beberapa blok dan kawasan prioritas, termasuk area HCS dan HCV. Survei ini mencakup pemantauan kondisi pohon indukan, pencarian anakan dan biji tanaman yang berpotensi dibesarkan di pembibitan, serta identifikasi tanaman pakan satwa seperti ara (Ficus sp.) yang menjadi sumber makanan penting bagi owa. Dari hasil pemantauan, sebagian besar pohon indukan yang menjadi fokus utama terpantau dalam kondisi baik, meskipun beberapa jenis tanaman belum memasuki musim berbunga. Temuan ini menjadi dasar penting dalam menentukan strategi perbanyakan bibit dan penanaman pada periode berikutnya. - Kegiatan Penanaman
Penanaman tahap kedua dilaksanakan di kawasan HCV sebagai bagian dari upaya memperkuat tutupan vegetasi dan mendukung pemulihan habitat. Jenis tanaman yang ditanam tetap difokuskan pada spesies lokal seperti meranti dan MPTS (Multi-Purpose Tree Species) seperti durian. Hasil pengecekan bulan berikutnya menunjukkan bahwa sebagian besar bibit mampu beradaptasi dengan baik, meskipun terdapat sejumlah bibit yang tidak bertahan akibat faktor cuaca atau kondisi lapangan. Secara umum, tingkat keberhasilan penanaman menunjukkan tren positif dan memberikan dasar yang kuat untuk kegiatan penanaman lanjutan. - Pengelolaan Pembibitan
Untuk mendukung kebutuhan penanaman jangka panjang, kapasitas pembibitan terus ditingkatkan. Penambahan bedeng baru memungkinkan lebih banyak bibit dirawat hingga siap tanam, sekaligus menjaga keberagaman jenis tanaman yang dibudidayakan. Saat ini, pembibitan menampung lebih dari seribu bibit dari berbagai jenis pohon hutan dan MPTS, yang akan menjadi stok penting untuk program penanaman mendatang.
Implementasi program konservasi di Hutan Desa Long Ayap merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Recovery Plan yang telah disusun bersama masyarakat. Kegiatan selama periode Juni – Oktober 2025 difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota LPHD Long Ayap serta pemeliharaan tanaman hasil rehabilitasi.
- Refreshment Training Panjat Pohon
Refreshment Training diperuntukan bagi pemanen madu tradisional, dilaksanakan pada 3–5 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh enam anggota LPHD Long Ayap dan bertujuan memperkuat pemahaman mengenai teknik pemanjatan pohon yang aman. Melalui kerja sama dengan Tree Climbers Indonesia, peserta memperoleh materi terkait penggunaan alat, teknik bekerja di ketinggian, hingga praktik langsung di lapangan.
Selain pelatihan, PT MIP juga menyerahkan perlengkapan panjat standar keselamatan kepada LPHD Long Ayap untuk mendukung kegiatan pemanenan madu yang lebih aman dan berkelanjutan. - Pelaksanaan Pemeliharaan Tahap Kedua
Pemeliharaan tanaman dilakukan pada 6 Agustus–16 Agustus 2025, dengan mencakup penyiangan, pemupukan, serta monitoring pertumbuhan pohon. PT MIP telah menyediakan pupuk NPK, Antazam, terpal, flagging tape, dan alat ukur sebagai dukungan operasional bagi tim LPHD.
Proses pemeliharaan melibatkan 13 orang masyarakat setiap harinya, sedangkan kegiatan monitoring dan pendataan dilakukan oleh 1–2 orang dengan didampingi oleh pihak PT MIP dan Yahywa. Meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hari yang mengalami kendala cuaca, pelaksanaan tetap berjalan baik dan tercatat peningkatan jumlah pohon yang terdata dari 704 menjadi 747 pohon.
Sebagian besar jenis tanaman menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, sejumlah kerusakan ditemukan pada jenis gaharu, durian, dan duku, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan aktivitas eksternal. Kendala lain yang menjadi perhatian adalah hilangnya penanda pada sekitar 31,9% pohon, sehingga diperlukan sistem penandaan yang lebih tahan lama untuk pelaksanaan berikutnya.
Melalui pelatihan dan pemeliharaan rutin ini, PT MIP dan LPHD Long Ayap terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan serta mendukung kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Leave a Reply