Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau – Kegiatan geotagging dan perawatan hutan yang saat ini berlangsung di Hutan Desa Long Ayap merupakan sebuah upaya konservasi dan pemeliharaan yang dilakukan oleh PT. Mulia Inti Perkasa (PT. MIP). Berdasarkan informasi dari masyarakat, sebelumnya area tersebut telah menjadi lokasi penanaman pohon Gaharu dan beberapa jenis pohon buah-buahan oleh pihak ketiga. Namun, sayangnya sejak penanaman tersebut belum ada kegiatan perawatan, sehingga banyak tanaman yang cenderung kurang optimal dalam pertumbuhannya (kerdil) dan mati.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat Kampung Long Ayap mengajukan permohonan terkait perawatan pada area hutan desa yang telah ditanami tersebut. Permintaan ini tentu disambut positif oleh PT. MIP, yang turut berkomitmen untuk mendukung pelestarian Hutan Desa Long Ayap dengan mengadakan program perawatan dan pengadaan alat-alat pendukung kegiatan perawatan. Serangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka implementasi program konservasi oleh PT. MIP dengan Yayasan Hylobates Awara membangun kolaborasi bersama untuk melaksanakan kegiatan geotagging serta perawatan di area Hutan Desa Long Ayap bersama dengan KPHP Berau Barat dan LPHD Long Ayap. Kegiatan berlangsung di Kampung Long Ayap sepanjang tanggal 21 Oktober 2024 – 23 Oktober 2024 untuk rangkaian kegiatan geotagging dan pada tanggal 24 – 28 Oktober 2024 untuk rangkaian kegiatan perawatan di area Hutan Desa Long Ayap.



Kegiatan di Kampung Long Ayap diawali dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemetaan spasial hutan, diawali dengan pembekalan materi mengenai geotagging melalui presentasi, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan aplikasi pendukung di handphone masing-masing. Kemudian di tanggal 22-23 Oktober 2024, dilaksanakan kegiatan geotagging yang ditemani oleh empat anggota LPHD Long Ayap yaitu Bapak Saming, Bapak Balan Gani, Bapak Minggu N, dan Bapak Matius M. Kegiatan geotagging ini bertujuan untuk mendapatkan luasan pasti dari area perawatan, jenis pohon serta sebaran lokasi pohon yang masih hidup saat ini. Temuan selama kegiatan Geotagging ini menunjukkan bahwa luas area tanam sebelumnya mencakup 4 hektar dengan kondisi 232 pohon yang ditemukan dan masih hidup, tanaman ini tersebar di area utara yaitu daerah sekitar sungai, sedangkan di area selatan tidak ditemukan adanya tanaman yang masih hidup. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak mendukung, curam, berbatu dan lembab, sehingga pohon tidak bisa bertahan hidup. Berdasarkan temuan di hari pertama dan kedua ditemukan bahwa area yang dapat dilakukan perawatan seluas 2,4 Hektar.





Sebelum melaksanakan kegiatan perawatan di area Hutan Desa Long Ayap, terdapat sosialisasi dan praktik yang ditujukan kepada anggota LPHD Long Ayap terutama untuk tim yang ikut dalam pelaksanaan kegiatan Perawatan nanti. Pemberian materi dilakukan dua kali yaitu pada hari Rabu, tanggal 23 Oktober malam, serta praktik pada hari Kamis, tanggal 24 Oktober pagi sebelum kegiatan perawatan berlangsung. Praktik dilakukan di area dekat Kampung, sehingga peserta yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya berasal dari anggota LPHD Long Ayap saja.
Aktivitas perawatan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2024 – 28 Oktober 2024. Perawatan berupa pembersihan sekitar pokok pohon dari gulma dan pemberian pupuk membutuhkan waktu selama 3 hari, sedangkan untuk pendataan kondisi pohon terkini serta pengecekan kembali membutuhkan waktu 5 hari, yang berakhir pada tanggal 28 Oktober 2024. Pada periode ini ditemukan total 595 Pohon Gaharu dengan 2 pohon gaharu yang mati, serta pohon buah-buahan yaitu Duku 51 Pohon, Durian 46 Pohon, Elai 2 pohon, Lengkeng 2 pohon, dan 8 pohon Mata Kucing, sehingga total keseluruhan pohon yang teridentifikasi masih hidup sebanyak 702 pohon. Berdasarkan hasil geotagging terbaru yang dilakukan saat perawatan diketahui bahwa luasan area yang sudah dilakukan perawatan seluas 2,51 hektar, berbeda dengan hasil pemetaan awal dengan luasan sekitar 2,4 hektar.




Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya jutan secara berkelanjutan. KPHP Berau Barat pun berkomitmen dalam memberikan dukungan lebih lanjut untuk kegiatan mendatang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Hutan Desa Long Ayap dapat dikelola dan memiliki pendataan yang baik sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.
Mitra Kolaborasi



Leave a Reply