Peningkatan Kapasitas Anggota LPHD Long Ayap melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Teknik Perbanyakan Tanaman

Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau – Peningkatan kapasitas masyarakat Long Ayap, salah satunya melalui pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Teknik Perbanyakan Tanaman menjadi hal yang penting mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat sebagai pekebun atau petani. Pelatihan mengenai pembuatan pupuk organik dapat menjadi alternatif untuk pertanian dan perkebunan masyarakat mengingat melimpahnya sumber daya organik di sekitar kampung serta dapat mengurangi ketergantungan masyarakat dengan pupuk kimia. Pada pelaksanaannya PT Mulia Inti Perkasa bersama dengan Yayasan Hylobates Awara, bermitra dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan yang memiliki tenaga ahli berkaitan dengan pelatihan ini yaitu Bapak Nur Hasyim sebagai Ahli Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Kab. Berau dan Bapak Romy sebagai Penyuluh Pertanian Lapang Segah. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Jumat, 16 Mei 2025 – Sabtu, 17 Mei 2025.

Masyarakat Kampung Long Ayap menyambut baik pelatihan ini, hal ini terlihat jelas dengan tingkat kehadiran peserta yang tidak hanya berasal dari anggota LPHD Long Ayap, dengan total peserta pelatihan mencapai 62 orang. Dalam rangka mendukung keberlanjutan program ini di masyarakat, PT Mulia Inti Perkasa menyalurkan peralatan pendukung kegiatan ini berupa mesin chooper, hand sprayer elektrik, drum, starter pupuk, terpal, EM4, bibit durian, gunting pangkas, dan gunting okulasi. Peralatan ini diserahkan oleh perwakilan PT Mulia Inti Perkasa yaitu Bapak Niklaus kepada LPHD Long Ayap melalui Ketua LPHD Long Ayap Bapak Lukas Saming, agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Serah Terima Peralatan Pendukung Kegiatan Pelatihan ke Bapak Saming selaku perwakilan dari LPHD Long Ayap

Pelatihan pada hari pertama dihadiri oleh 39 orang peserta, kegiatan ini diawali dengan sambutan dari perwakilan Kampung Long Ayap yaitu oleh Bapak Jemi selaku Kepala Kampung Long Ayap dan Perwakilan PT Mulia Inti Perkasa, yaitu Bapak Niklaus. Sesi materi akan disampaikan oleh Bapak Hasyim, selaku ahli Organisme Pengganggu Tanaman, yang menjelaskan pentingnya pemanfaatan pupuk organik terlebih bahan-bahannya mudah untuk didapatkan disekitar rumah. Peserta diajak memahami konsep dasar bahan organik, proses dekomposisi, hingga cara menghasilkan humus. Tak hanya teori, pada sesi praktik peserta antusias untuk berpartisipasi. Peserta mengumpulkan bahan organik seperti daun dan batang pisang, mencacahnya dengan mesin chopper, lalu mencampurnya dengan kotoran ternak, dolomit, dedak, larutan gula, dan EM4 untuk difermentasi. Peserta juga dikenalkan pada pembuatan pupuk cair dari limbah rumah tangga yang praktis dan ramah lingkungan.

Sesi Materi oleh Bapak Hasyim
Sesi Praktik Pembuatan Pupuk Organik dan Foto Bersama

Pada pelatihan hari kedua dihadiri oleh 23 orang peserta, pelatihan ini lebih berfokus pada teknik-teknik perbanyakan tanaman. Masih bersama dengan Bapak Hasyim, peserta belajar mengenai teknik okulasi dan berbagai metode sambung tanaman seperti sambung pucuk dan sambung mata tunas. Bibit durian dan peralatan lengkap untuk menunjang pelatihan ini telah disiapkan oleh PT MIP. Peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk sesi praktik langsung, agar pemahaman mengenai teknik ini lebih maksimal. Peserta sangat antusias pada sesi praktik ini, bahkan ada yang membawa tanaman sendiri, seperti pohon rambutan, untuk dicoba saat pelatihan.

Sesi Praktik Teknik Perbanyakan Tanaman

Antusiasme peserta yang tinggi selama dua hari ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pelatihan ini sangat dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat terlebih untuk mendukung keberlanjutan program konservasi ini.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *